mama haus sex 3
PART 3
KEJADIAAN MASA LALU
POV MAMA
Sebenarnya banyak rahasia yang aku rahasiakan dari rangga selama ini.
Kenalin dulu Namaku rita virginia, biasa orang2 memanggilku rita. Nama belakang yang diberikan ibuku menurutnya agar aku bisa menjaga menjaga harkat dan martabat sebagai seorang wanita. Tapi yang tejadi justru kebalikannya , jadinya rita not virginia.
Ya....itu maksudnya aku udh ngk perawan sebelum menikah dengan papanya rangga. Aku gagal menjaga keperawananku, tapi untungnya keluargaku maupun keluarga suamiku bahkan rangga tidak tahu akan hal itu sampai sekarang, sebab kami sudah sepakat untuk merahasiakannya.
Pertama kali suamiku tahu, y pada malam pertama kami. Waktu itu mas yuda, suamiku marah besar karena aku sudah tidak perawan. Terlebih lagi mas yuda paling gampang marah kalau dia dibohongi.
Yang tidak bisa aku lupakan saat itu ketika mas yuda menamparku dengan keras dengan keadaan kami masih telanjang. Aku yang dalam keadaan berdiri merintih kesakitan dan sontak langsung menangis di depan mas yuda.
Aku: hiksss..hiksss.....mas aku minta maaf....jawabku memelas sambil menangis terisak isak.
Yuda: maaf katamu, setelah kau bohongi aku, kamu cuma bilang maaf?
Plakk....satu tamparan lagi mendarat di pipiku.
Aku: aduhhhhh....hikssss......hiksssss......mass udh masss ampun masss......aku mohon dengar penjelasan aku dulu. Kataku sambil memegang kedua tangannya untuk meyakinkannya.
Yuda: penjelasan? Penjelasan tentang apa? Tentang bagaimana pepek kau ini udh ngk perawan lagi... gitu maksud kau ha!!!!!!! Sambil tangan kanan mas yuda mengangkat daguku dan tangan kirinya mengobok2 liang vaginaku dengan kasar.
Aku kaget mendengar kata2 kasar yang keluar dari mulut mas yuda. Selama ini yang ku tahu mas yuda itu sosok yang lembut dan penyayang.
Duarrrrrr......parrrrr.....takkkkkk......
Mas yuda membanting kipas angin yang berdiri disamping hingga tak berbentuk. Tangisku saat itu tak terbendung lagi. Aku takut sekali dengan mas yuda dalam mode marah seperti itu.
Kemudian aku berlutut ke kaki mas yuda untuk meminta maaf, barangkali mas yuda akan luluh. Tapi dugaan ku salah besar. Bukannya luluh, aku ditendang hingga terjatuh ke lantai.
Aku: tega kmu mas......hiksssss.....hiksssss....
Yuda: tega? Aku tega kata kau? Trus kau apa!!!!! Kenapa kau tidak jujur dari awal. Ohhhh....aku tau, kau takut kita ngk jadi nikah karena kau cuma mengincar hartaku kan?
Aku: astaga mas, ngk ada sedikitpun terbersit sedikitpun di benakku untuk itu mas.... aku sayang bangetttt sama kmu mas, aku cinta sama kmu mas.....
Yuda: alah......taik cinta.... kalau kau cinta kau pasti masih perawan atau ngk minimal kau jujur. Cinta cinta pala lu..... umpat mas yuda yang sudah mengangkangiku dan menoyor kepalaku.
Aku: hiksssss....hiksssss......sebenarnya aku mau ngaku waktu itu mas, tapi mas kan selalu sibuk di toko jadi tidak ada waktu untuk ngobrol serius...
Mas yuda bangkit berdiri dan membanting gelas yang ada di atas meja dekat tempat tidur kami.
Yuda: alahhhhh...itu cuma alasan kau saja... lagian kalau jadi menjelaskan waktu itu apa kau pikir aku masih mau dengan kau ha!!!!! Apa kau akan mengatakan, ohh... mas yuda aku sebenarnya sudah tidak perawan karena aku ini jalang, lonteee yang ngk bisa menjaga kehormatanku. Apakah itu yang akan kau katakan padaku ha!!!!!
Sontak aku kagettt mendengar kata itu
Aku: mas, jangan hina aku seperti itu, aku bukan lontee.....
Yuda: terus apa kalau bukan lonte? Cuma lonte yang memberikan keperawanannya pada orang lain
Aku: makanya dengarin dulu penjelasan aku mas....
Mas yuda makin kesetanan dan menyeret ku keluar kamar sampai ke pintu depan dalam keadaan telanjang.
Yuda: keluar kau sekarang juga dari rumahku dan pernikahan kita batal dan aku akan menceritakan kejadian ini pada ibumu serta keluargamu.
Aku yang mendengar itu bagai tersambar petir dan makin menangia sejadi jadinya. Aku memehon berlutut pada mas yuda untuk yang kedua kalinya.
Aku: ampunnn mas, , aku mohon jangan kasih tau ibuku....ibuku ada riwayat penyakit jantung masss....
Yuda: ahhhh....aku tidak peduli. Itu kan salah mu. Umpat mas yuda sambil membuka pintu rumah.
Aku: mas jangan dibuka, nanti org melihat masss....., ! Sambil aku berupaya menahan pintu supaya tidak dibuka
Namun kekuatan mas yuda melebihiku sehingga pintu terbuka lebar. Tapi beruntung pagar rumahnya tinggi dan tak bisa terlihat dari luar. Tapi tetap saja, suara kami yang keras akan menarik perhatian orang sekitar. Aku diseret lagi ke teras depan oleh mas yuda. Namun kali ini dengan sekuat tenaga menahan seretan itu, tapi percuma aku kalah kuat.
Aku masih memohon pada mas yuda untuk tidak memberitahu ibuku. Dalam kondisi terjepit aku punya ide gila kala itu. Aku memutuskan lari menuju dapur dan mengambil pisau. Mas yuda dengan cepat mengikutiku
Yuda: mau apa kamu!!!!
Aku: kalau mas nekat memberi tahu ibuku, lebih baik aku mati!!!! Teriakku sambil mengancam mas yuda dengan mengarahkan pisau itu ke perutku.
Yuda: rita....rita...jangan gegabah.....
Aku: aku udh ngk peduli mas.... kalau mas nekat beritahu ibu dan menceraikan aku, ngk ada gunanya aku hidup. Aku tu cinta sama kmu mas, di hatiku cuma mas ngk ada yang lain. Kesalahanku ya masa lalu yang tak aku inginkan mas....hiksss....hiksssss.....
Yuda: ok....okkk.... rita aku janji, tapi tarok dulu pisau itu. Tenang...tenang...bawa sini pisaunya
Mas yuda akhirnya melunak karena takut aku benar2 akan bundir. Usaha ku berhasil!!!!
Aku: janji y mas, jangan ceraikan aku.
Yuda: ok aku janji
Aku membuang pisau itu ke westafel dan langsung memeluk mas yuda.
Aku: mas maafin aku mas telah berbohong selama ini, aku janji akan jadi istri yang mas mau dan aku janji akan patuh apapun yang mas mau.hiksss....hiksssss....
Walaupun begitu mas yuda tidak membalas pelukanku dan masih saja dingin. Kemudian mas yuda melepas pelukannku.
Yuda: hmmm...aku capek malam ini. Aku ingin sendiri dulu.
Mas yuda kemudian berlalu dan pergi keluar duduk di teras sambil merokok. Akupun mengerti dengan kondisi mas yuda yang tak mudah menerima aku yang seperti ini. Aku biarkan dia sendiri dan aku ke kamar untuk tidur.
Paginya aku bangun agak kesiangan, sekitar pukul 9. Aku tidak menemukan mas yuda di kamar. Itu artinya mas yuda ngk tidur bareng aku semalam. Akupun memutuskan untuk turun kebawah mencari mas yuda.
Aku: mas...mas..... kataku ketika menuruni tangga.
Kulihat mas yuda sedang makan dimeja makan sudah memakai pakaian rapi
yuda: aku udh pesan makan tdi, ayo makan. Tukas mas yuda dingin
Aku: maaf y mas, aku kecapek an bangettt semalam
Walaupun dingin tapi mas yuda masih perhatian setidaknya padaku.
Setelah kami selesai m akan mas yuda pamit untuk mengecek ruko yang dia kelola.
Saat sendirian dirumah, aku sibuk berpikir bagaimana cara membuat mas yuda melupakan masa lalu ku dan mulai menerimaku seperti biasanya.yang aku pikirkan kala itu bagaimana caranya membuat mas yuda bahagia. Apapun akan aku lakukan untuk itu.
Pagi itu aku memutuskan untuk berbelanja kebutuhan dapur, kebutuhan rumah dan lain2.
" daripada ngk ngapa2in " pikirku
Akupun segera mandi dan memakai pakaian. Akupun sempat bingung mau pakai apa karena belum sempat untuk berbelanja pakaian, yang terbawa dari rumah ibu kebanyakan hanya rok mini dan kaos
"Hmmm... apa boleh buat" kataku yang masih berdiri telanjang di depan cermin.
Melihat diriku yang berdiri telanjang di depan cermin aku jadi merenung dan dapat ide untuk meluluhkan mas yuda kembali.
" dengan anugrah tubuhku yang seksi dan montok serta parasku yang cantik ini akan aku buat kamu ngk berdaya mas yuda, akan aku buat kamu bahagia mas... "gumamku sambil mengusap2 dan meremas lembut susuku yang bulat padat berisi itu.
" walaupun aku sudah ngk perawan lagi karena kejadiaan kala itu, akan aku pastikan vagina ini masih bisa membuat penismu enak mas..." erangku sambil mengelus2 nya dengan tangan kiriku dengan lembut.
Memikirkan itu saja sudah membuatku horni dan basah.
" aduh kenapa udh basah aja sih,,,,"
Jari tengahku perlahan ku masukkan kedalam vaginaku. Perlahan tapi pasti ku maju mundurkan jari itu di lubang vaginaku sampai benar2 becek. Makin lama nafsuku makin tidak terbendung dan tanpa bisa aku kontrol aku teringat kejadian waktu itu dimana aku di perkosa oleh pasien rumah sakit waktu aku magang kala itu. Tapi apakah itu memang benar perkosaan? Ceritanya panjang. Yang jelas sekarang aku akan menuntaskan birahi ini dulu.
"Ah....ah.....ah.......mas yudaa maafin akuhhhh......"triak ku keras
Kocokan vagina ku makin lama makin cepat...
" mas yuda, owhhhhh.....tubuh ini buat kmu masss......tapihhhh jangan bilang aku lonteeee. ...aku bukan lonteeee massss......owhhhhh....owhhh........." erangku pertanda aku sampai klimaks.
Aku squirting hebat saat teringat mas yuda menyebut aku wanita jalang dan lonte malam itu. Banyak cairan yang menyembur ke depan cermin yang menjadi saksi bisu birahiku yang membuncah.